Levi Rizki Saputra Notes

Integral

Created at . Updated at .

Integral merupakan kebalikan derivatif.

# Definisi

Misalkan kita mempunyai fungsi kecepatan terhadap waktu

v(t)=t2v(t) = t^2

Kita disuruh mencari fungsi yang menunjukkan jarak yang ditempuh pada waktu tertentu. Kita tidak bisa mencarinya dengan s=vts=vt karena nilai vv berubah-ubah (tidak konstan). Saat nilai vv konstan, maka grafik v(t)v(t) berupa garis lurus dan membentuk sebuah persegi panjang. Sehingga untuk mencari jarak yang ditempuh kita bisa menggunakan s=vts=vt yang menunjukkan luas area dibawah garis tersebut. Lalu bagaimana jika nilai vv tidak konstan?. Saat nilai vv tidak konstan, luas area dibawah fungsi sulit dicari. Kita bisa coba menggunakan derivatif. Kita tahu bahwa kecepatan adalah perusahaan jarak terhadap waktu.

v=dsdtdsdt=t2v ={ds \over dt} \rightarrow {ds \over dt} = t^2

Untuk mencari fungsi ss yang memenuhi persamaan, kita bisa coba tebak fungsi yang derivasinya adalah t2t^2

s=t3dsdt=3t2s=13t3dsdt=t2\begin{align*} s &= t^3 &\rightarrow {ds \over dt} &= 3t^2\\ s &= {1 \over 3}t^3 &\rightarrow {ds \over dt} &= t^2\\ \end{align*}

Maka fungsi yang memenuhi adalah s(t)=13t3s(t) = {1 \over 3}t^3. Namun jika fungsi tersebut kita tambah konstanta derivasinya tidak berubah contoh.

s=13t3+1dsdt=t2s=13t3+20dsdt=t2\begin{align*} s &= {1 \over 3}t^3 + 1 &\rightarrow {ds \over dt} &= t^2\\ s &= {1 \over 3}t^3 + 20 &\rightarrow {ds \over dt} &= t^2\\ \end{align*}

Maka fungsi yang memenuhi adalah s(t)=13t3+cs(t) = {1 \over 3}t^3 + c dengan cc adalah konstanta. Jika kita analisa, maksud dari cc bisa dikatakan sebagai jarak yang sudah ditempuh saat t=0t=0 (jarak c). Menurut logika, jarak awal yang ditempuh tidak akan mempengaruhi kecepatan. 13t3+c{1 \over 3}t^3 + c disebut sebagai antiderivatif dari t2t^2. Antiderivatif disebut juga sebagai integral tak tentu. Berikut adalah notasi integral tak tentu:

s=vdt=t2dt=13t3+cs = \int v dt = \int t^2 dt = {1 \over 3}t^3 + c

Hubungannya dengan derivatif:

v=dsdt=t2v = {ds \over dt} = t^2

Lalu apa hubungan integral dengan luas area dibawah kurva?. Misalkan kita menggambar fungsi v(t)v(t)

Visualisasi Hubungan Luas dan Integral Luas area dibawah kurva/fungsi kecepatan menunjukkan jarak yang ditempuh. Misalkan kita berada pada tt kemudian kita mengubah nilai tt sebesar dtdt . Tinggi menunjukkan kecepatan. Perubahan pada luas area dibawah kurva disebut dsds. Saat dtdt sangat kecil kita bisa menghiraukan luas segitiga di atas. Jadi ds=v(t)dtds = v(t)dt. Bisa diubah menjadi:

v(t)=dsdts=v(t)dtv(t)={ds \over dt} \rightarrow s = \int v(t) dt

Jadi integral menunjukkan luas area dibawah fungsi/kurva. dsds = perubahan luas. ss = luas semua.

Integral tak tentu (antiderivatif) menunjukkan luas daerah di bawah suatu kurva. Integral tak tentu dilambangkan dengan:

F(x)=f(x)dxF(x) = \int f(x) dx

maka

dFdx=f(x){dF \over dx} = f(x)

Lalu bagaimana jika suatu kurva berada di bawah sumbu x. Kita bisa menggambar fungsi f(x)=sin(x)f(x)=\sin(x) untuk menganalisanya. F(x)=sin(x)dxF(x) = \int \sin(x)dx

Visualisasi Luas Kurva di Bawah Sumbu x

Pada xx, luas persegi panjang di dekatnya adalah f(x)dxf(x)dx. Nilai f(x)f(x) jelas negatif. Sehingga luas daerah tersebut negatif. Karena f(x)dx=dFf(x)dx=dF \rightarrow dFdx=f(x){dF \over dx} = f(x) \rightarrow F(x)=f(x)dxF(x) = \int f(x) dx maka integral juga menghitung luas daerah di bawah kurva dengan nilai negatif. Sehingga integral menghitung luas daerah antara kurva dan sumbu x. Jika kurva di bawah sumbu x maka luasnya negatif. Sedangkan jika kurva di atas sumbu x maka luasnya positif.

Apakah ada cara untuk menghitung luas yang ditutupi kurva dan dibatasi dua nilai. Kita bisa mencobanya dengan menggambar fungsi f(x)f(x) fungsi sembarang.

Visualisasi Luas Daerah di Bawah Kurva dan Dibatasi

Luas daerah yang dibatasi oleh 0 dan x0x_0 adalah F(x0)F(x_0). Luas daerah yang dibatasi oleh 0 dan x1x_1 adalah F(x1)F(x_1). Lalu berapa luas daerah yang dibatasi oleh x0x_0 dan x1x_1?. Jadi luasnya bisa dicari dengan luas daerah yang dibatasi oleh 0 dan x1x_1 dikurangi luas daerah yang dibatasi oleh 0 dan x0x_0. Bukankah itu logis menurut intuisi?. Bisa ditulis dengan:

L=F(x1)F(x0)L = F(x_1) - F(x_0)

Luas daerah tersebut disebut sebagai integral tentu yang dibatasi oleh x0x_0 dan x1x_1. Bisa ditulis sebagai berikut:

x0x1f(x)dx=F(x1)F(x0)\int_{x_0}^{x_1}f(x)dx = F(x_1) - F(x_0)

Integral tentu menunjukkan daerah yang ditutupi kurva dan dibatasi oleh dua nilai. Integral tentu f(x)f(x) yang dibatasi oleh aa dan bb bisa ditulis dengan

abf(x)dx=F(b)F(a)\int_a^b f(x) dx = F(b) - F(a)

aa = batas bawah bb = batas atas Hubungannya dengan derivatif adalah

dFdx=f(x){dF \over dx} = f(x)

atau

F(x)=f(x)F'(x) = f(x)

# Aturan Pangkat

Kita akan menggunakan sifat derivatif untuk mencari tahu sifat ini

ddx(xn+c)=nxn1nxn1=xn+cddx(xnn+c)=1nnxn1ddx(xnn+c)=xn1xn1=xnn+c\begin{gather*} {d \over dx}\left(x^n + c\right)= nx^{n-1}\\ \downarrow\\ \int nx^{n-1} = x^n + c\\ \\ \\ {d \over dx}\left({x^n \over n} + c\right)= {1 \over n} nx^{n-1}\\ \downarrow\\ {d \over dx}\left({x^n \over n} + c\right)= x^{n-1}\\ \downarrow\\ \int x^{n-1} = {x^n \over n} + c \end{gather*}

Misalkan m=n1m=n-1 \rightarrow n=m+1n=m+1

xn1=xnn+cxm=xm+1m+1+c\begin{align*} \int x^{n-1} &= {x^n \over n} + c \\ \int x^m &= {x^{m+1} \over m+1} + c \\ \end{align*}

Aturan pangkat pada integral

xn=xn+1n+1+c\int x^n = {x^{n+1} \over n+1} + c

# Integral dari Konstanta

Menurut derivatif. a=a = konstanta.

ddx(x+c)=11dx=x+cdx=x+cddx(ax+c)=aadx=ax+c\begin{gather*} {d \over dx}(x + c)=1\\ \downarrow\\ \int 1 dx = x + c\\ \downarrow\\ \int dx = x + c\\ \\ \\ {d \over dx}(ax + c)=a\\ \downarrow\\ \int a dx = ax + c \end{gather*}

Misalkan a=a = konstanta, maka adx=ax+c\int adx = ax + c Kasus khusus saat a=1a=1, maka aa bisa tidak ditulis dx=x+c\int dx = x + c

# Perkalian dengan Konstanta

Menurut derivatif. a=a = konstanta. f(x)=f(x)= fungsi.

ddx(aF(x)+c)=(adFdx)(adFdx)dx=aF(x)+c\begin{gather*} {d \over dx}(aF(x) + c) = \left(a{dF \over dx}\right)\\ \downarrow\\ \int \left(a{dF \over dx}\right)dx = aF(x) + c \end{gather*}

Misalkan:

dFdx=f(x)f(x)dx=F(x)\begin{gather*} {dF \over dx} = f(x)\\ \downarrow\\ \int f(x)dx = F(x) \end{gather*}

Maka:

(adFdx)dx=aF(x)+caf(x)dx=af(x)dx+c\begin{gather*} \int \left(a{dF \over dx}\right)dx = aF(x) + c\\ \downarrow\\ \int af(x)dx = a\int f(x)dx + c \end{gather*}

Menurut intuisi. Saat kita mengalikan suatu fungsi dengan konstanta misalknya 3. Maka nilai yy akan menjadi 3 kali dari nilai fungsi awal. Jadi, kita hanya membuat fungsi diperbesar 3 kali secara vertikal. Seharusnya luas daerah yang dibatasi fungsi juga 3 kali lebih besar.

3f(x)dx=3f(x)dx\int 3f(x)dx = 3 \int f(x)dx

Ini juga berlaku saat fungsi dikalikan konstanta lain:

af(x)dx=af(x)dx\int af(x)dx = a \int f(x)dx

Perkalian dengan konstanta pada integral: af(x)dx=af(x)dx\int af(x)dx = a \int f(x)dx

# Sifat Penjumlahan dan Pengurangan

Secara intuisi, jika kita menjumlahkan dua fungsi. Maka nilai y-nya merupakan penjumlahan nilai kedua fungsi. Sehingga luas daerah di bawah kurva juga merupakan penjumlahan luas daerah dari kedua fungsi.

f(x)+g(x)dx=f(x)dx+g(x)dx\int f(x) + g(x)dx = \int f(x)dx + \int g(x)dx

Begitu juga dengan pengurangan:

f(x)g(x)dx=f(x)dxg(x)dx\int f(x) - g(x)dx = \int f(x)dx - \int g(x)dx

Bukti menggunakan turunan:

Misal:

dFdx=f(x)f(x)dx=F(x)dGdx=g(x)g(x)dx=G(x)\begin{align*} {dF \over dx} = f(x) &\rightarrow \int f(x)dx = F(x)\\ {dG \over dx} = g(x) &\rightarrow \int g(x)dx = G(x)\\ \end{align*}

Maka:

d(F(x)+G(x))dx=dFdx+dGdx(dFdx+dGdx)dx=F(x)+G(x)(f(x)+g(x))dx=f(x)dx+g(x)dx\begin{gather*} {d(F(x) + G(x)) \over dx} = {dF \over dx} + {dG \over dx}\\ \downarrow\\ \int \left( {dF \over dx} + {dG \over dx} \right) dx = F(x) + G(x)\\ \downarrow\\ \int \left( f(x) + g(x) \right) dx = \int f(x)dx + \int g(x)dx\\ \end{gather*}

d(F(x)G(x))dx=dFdxdGdx(dFdxdGdx)dx=F(x)G(x)(f(x)g(x))dx=f(x)dxg(x)dx\begin{gather*} {d(F(x) - G(x)) \over dx} = {dF \over dx} - {dG \over dx}\\ \downarrow\\ \int \left( {dF \over dx} - {dG \over dx} \right) dx = F(x) - G(x)\\ \downarrow\\ \int \left( f(x) - g(x) \right) dx = \int f(x)dx - \int g(x)dx\\ \end{gather*}

Penjumlahan dan pengurangan pada integral

(f(x)+g(x))dx=f(x)dx+g(x)dx(f(x)g(x))dx=f(x)dxg(x)dx\begin{align*} \int \left( f(x) + g(x) \right) dx &= \int f(x)dx + \int g(x)dx\\ \int \left( f(x) - g(x) \right) dx &= \int f(x)dx - \int g(x)dx \end{align*}

# Subtitusi u (u-sub)

Teknik ini merupakan kebalikan dari aturan rantai pada turunan.

dFdx=f(x)f(x)dx=F(x)d(F(G(x)))d(G(x))=f(G(x))f(G(x))d(G(x))=F(G(x))dGdx=g(x)g(x)dx=G(x)ddx(F(G(x)))=d(F(G(x)))d(G(x))dGdxd(F(G(x)))d(G(x))dGdxdx=F(G(x))f(G(x))g(x)dx=f(G(x))d(G(x))\begin{gather*} {dF \over dx} = f(x)\\ \downarrow\\ \int f(x)dx = F(x)\\ \\ \\ {d(F(G(x))) \over d(G(x))} = f(G(x))\\ \downarrow\\ \int f(G(x))d(G(x)) = F(G(x))\\ \\ \\ {dG \over dx} = g(x)\\ \downarrow\\ \int g(x)dx = G(x) \\ \\ {d \over dx}\left( F(G(x))\right) = {d(F(G(x))) \over d(G(x))} \cdot {dG \over dx}\\ \downarrow\\ \int {d(F(G(x))) \over d(G(x))} \cdot {dG \over dx}dx = F(G(x))\\ \downarrow\\ \int f(G(x))\cdot g(x)dx = \int f(G(x))d(G(x))\\ \end{gather*}

Agar lebih sederhana kita misalkan u=G(x)u=G(x) sehingga u=g(x)u' = g(x)

f(u)udx=f(u)du\int f(u)\cdot u'dx = \int f(u)du

Pada Integral tentu berlaku aturan khusus yaitu perubahan batas:

f(G(x))d(G(x))=F(G(x))abf(G(x))d(G(x))=F(b)F(a)G(a)G(b)f(G(x))d(G(x))=F(G(b))F(g(a))\begin{gather*} \int f(G(x))d(G(x)) = F(G(x))\\ \downarrow\\ \int_a^b f(G(x))d(G(x)) = F(b) - F(a)\\ \downarrow\\ \int_{G(a)}^{G(b)} f(G(x))d(G(x)) = F(G(b)) - F(g(a)) \end{gather*}

Mengapa perubahan dari baris 1 ke 2 bisa begitu?
Ketika kita mempunyai integral ab\int_a^b dengan akhir dxdx maka xx diganti aa atau bb. Ketika kita mempunyai integral dengan akhir d(G(x))d(G(x)) maka G(x)G(x) maka G(x)G(x) diganti aa atau bb Bukti lain:

f(x)dx=F(x)abf(x)dx=F(b)F(a)abf(G(x))d(G(x))=F(b)F(a)\begin{gather*} \int f(x)dx = F(x)\\ \downarrow\\ \int_a^b f(x)dx = F(b) - F(a)\\ \downarrow\\ \int_a^b f(G(x))d(G(x)) = F(b) - F(a) \end{gather*}

d(F(G(x)))d(G(x))dGdxdx=F(G(x))abd(F(G(x)))d(G(x))dGdxdx=F(G(b))F(G(a))abf(G(x))g(x)dx=F(G(b))F(G(a))abf(G(x))g(x)dx=G(a)G(b)f(G(x))d(G(x))abf(u)udx=u(a)u(b)f(u)du\begin{gather*} \\ \\ \int {d(F(G(x))) \over d(G(x))} \cdot {dG \over dx}dx = F(G(x))\\ \downarrow\\ \int_a^b {d(F(G(x))) \over d(G(x))} \cdot {dG \over dx}dx = F(G(b)) - F(G(a)) \\ \downarrow\\ \int_a^b f(G(x))\cdot g(x)dx = F(G(b)) - F(G(a))\\ \downarrow\\ \int_a^b f(G(x))\cdot g(x)dx = \int_{G(a)}^{G(b)} f(G(x))d(G(x))\\ \downarrow\\ \int_a^b f(u)\cdot u'dx = \int_{u(a)}^{u(b)} f(u)du\\ \end{gather*}

Teknik subtitusi merupakan teknik pada integral. Kita harus memilih uu dari dalam integral. Kemudian dudu harus bisa menyederhanakan integral. f(u)udx=f(u)du\int f(u)\cdot u'dx = \int f(u)du abf(u)udx=u(a)u(b)f(u)du\int_a^b f(u)\cdot u'dx = \int_{u(a)}^{u(b)} f(u)du

Contoh: 02252xdx\int_{0}^{2} 2\sqrt{5-2x} dx

u=52xu(0)=50=5u(1)=522=1dudx=2dx=du202252xdx=512udu2=51u12du=(23u32)51=23(132532)=23(5321)=23(531)=23(5251)=23(551)\begin{aligned} u & =5-2x\\ u( 0) & =5-0\\ & =5\\ u( 1) & =5-2\cdot 2\\ & =1\\ \frac{du}{dx} & =-2\\ dx & =\frac{-du}{2}\\ \int_{0}^{2} 2\sqrt{5-2x} dx & =\int _{5}^{1} 2\sqrt{u} \cdot \frac{-du}{2}\\ & =-\int _{5}^{1} u^{\frac{1}{2}} du\\ & =-\left(\frac{2}{3} u^{\frac{3}{2}}\right)\Bigl|_{5}^{1}\\ & =-\frac{2}{3}\left( 1^{\frac{3}{2}} -5^{\frac{3}{2}}\right)\\ & =\frac{2}{3}\left( 5^{\frac{3}{2}} -1\right)\\ & =\frac{2}{3}\left(\sqrt{5^{3}} -1\right)\\ & =\frac{2}{3}\left(\sqrt{5^{2} 5} -1\right)\\ & =\frac{2}{3}\left( 5\sqrt{5} -1\right) \end{aligned}

# Hubungan integral tak tentu dengan integral tentu

Seharusnya ada hubungan dari dua integral tersebut

dFdx=f(x)f(x)dx=F(x)abf(x)dx=F(b)F(a)\begin{align*} {dF \over dx} = f(x) &\rightarrow \int f(x)dx = F(x)\\ &\rightarrow \int_a^b f(x)dx = F(b) - F(a) \end{align*}

abf(x)dx=(f(x)dx)(b)(f(x)dx)(a)=(f(x)dx)abF(x)ab=F(b)F(a)\begin{align*} \int_a^b f(x)dx &= \left(\int f(x)dx\right)(b) - \left(\int f(x)dx\right)(a)\\ &= \left(\int f(x)dx\right) \Big|_a^b\\ F(x)\Big|_a^b &= F(b) - F(a) \end{align*}

Maksud yang harus berhati hati adalah notasi ab\Big|_a^b. Berikut contoh yang berisi paradoks:

Mengintegrasikan 02252xdx\int_{0}^{2} 2\sqrt{5-2x} dx

u=52xdudx=2dx=du202252xdx=(252xdx)02=(2udu2)02=(u12du)02=(23u32)02=23(232032)=23(232)=23(23)=23(22)=423\begin{aligned} u & =5-2x\\ \frac{du}{dx} & =-2\\ dx & =\frac{-du}{2}\\ \int_{0}^{2} 2\sqrt{5-2x} dx & =\left(\int 2\sqrt{5-2x} dx\right)\Bigl|_{0}^{2}\\ & =\left(\int 2\sqrt{u} \cdot \frac{-du}{2}\right)\Bigl|_{0}^{2}\\ & =\left(\int -u^{\frac{1}{2}} du\right)\Bigl|_{0}^{2}\\ & =\left( -\frac{2}{3} u^{\frac{3}{2}}\right)\Bigl|_{0}^{2}\\ & =-\frac{2}{3}\left( 2^{\frac{3}{2}} -0^{\frac{3}{2}}\right)\\ & =-\frac{2}{3}\left( 2^{\frac{3}{2}}\right)\\ & =-\frac{2}{3}\left(\sqrt{2^{3}}\right)\\ & =-\frac{2}{3}\left( 2\sqrt{2}\right)\\ & =-\frac{4\sqrt{2}}{3} \end{aligned}

Mengapa hasilnya berbeda? Karena kita mengubah dxdx menjadi dudu atau dengan kata lain variabel yang kita integralkan berubah. Seharusnya batas bawah dan atas berubah berdasarkan hubungan xx dan uu

02252xdx=(252xdx)02=(u12du)u(0)u(2)=(23u32)51=23(551)\begin{aligned} \int\limits _{0}^{2} 2\sqrt{5-2x} dx & =\left(\int 2\sqrt{5-2x} dx\right)\Bigl|_{0}^{2}\\ & =\left(\int -u^{\frac{1}{2}} du\right)\Bigl|_{u( 0)}^{u( 2)}\\ & =\left( -\frac{2}{3} u^{\frac{3}{2}}\right)\Bigl|_{5}^{1}\\ & =\frac{2}{3}\left( 5\sqrt{5} -1\right) \end{aligned}

Atau kita bisa menggunakan notasi yang lebih spesifik dan jelas sehingga tidak memerlukan perubahan.

abf(x)dx=(f(x)dx)x=ax=b\int_a^b f(x)dx = \left(\int f(x)dx\right) \Big|_{x=a}^{x=b}\\

02252xdx=(252xdx)x=0x=2=(2udu2)x=0x=2=(u12du)x=0x=2=(23u32)x=0x=2=(23(52x)32)x=0x=2=23((522)32(520)32)=23(132532)=23(551)\begin{aligned} \int _{0}^{2} 2\sqrt{5-2x} dx & =\left(\int 2\sqrt{5-2x} dx\right)\Bigl|_{x=0}^{x=2}\\ & =\left(\int 2\sqrt{u} \cdot \frac{-du}{2}\right)\Bigl|_{x=0}^{x=2}\\ & =\left(\int -u^{\frac{1}{2}} du\right)\Bigl|_{x=0}^{x=2}\\ & =\left( -\frac{2}{3} u^{\frac{3}{2}}\right)\Bigl|_{x=0}^{x=2}\\ & =\left( -\frac{2}{3}( 5-2x)^{\frac{3}{2}}\right)\Bigl|_{x=0}^{x=2}\\ & =-\frac{2}{3}\left(( 5-2\cdot 2)^{\frac{3}{2}} -( 5-2\cdot 0)^{\frac{3}{2}}\right)\\ & =-\frac{2}{3}\left( 1^{\frac{3}{2}} -5^{\frac{3}{2}}\right)\\ & =\frac{2}{3}\left( 5\sqrt{5} -1\right) \end{aligned}

Integral tentu mempunyai hubungan dengan integral tak tentu dan bisa dituliskan

abf(x)dx=(f(x)dx)x=ax=b\displaystyle{ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} = \left( \int f \left( x \right) {\text{d}x} \right) \Bigg| _{ x = a } ^{ x = b } }

# Sifat Integral Tentu

# Penggantian Batas

Misalkan a,b,cR\displaystyle{ a , b , c \in \mathbb{R} } maka seharusnya berlaku:

acf(x)dx=abf(x)dx+bcf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} = \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ b } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} }

Menurut intuisi misalkan b\displaystyle{ b } diantara a\displaystyle{ a } dan c\displaystyle{ c }. Berarti luas daerah yang dibatasi a\displaystyle{ a } dan c\displaystyle{ c } sama dengan luas daerah yang dibatasi a\displaystyle{ a } dan b\displaystyle{ b } ditambah luas daerah yang dibatasi b\displaystyle{ b } dan c\displaystyle{ c }. Ilustrasi

Visualisasi Perggantian Batas

acf(x)dx=abf(x)dx+bcf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} = \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ b } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} }

Menurut intuisi mungkin b\displaystyle{ b } harus berada di antara a\displaystyle{ a } dan c\displaystyle{ c } namun itu tidak berlaku. Saat b>c\displaystyle{ b > c }, abf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} } bisa lebih dari acf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} }, namun bcf(x)dx\displaystyle{ \int _{ b } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} } akan bernilai negatif. Namun jika ternyata abf(x)dx<acf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} < \int _{ a } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} }, maka bcf(x)dx\displaystyle{ \int _{ b } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} } akan bernilai positif. Begitu juga saat b<a\displaystyle{ b < a },

abf(x)dx=F(b)F(a)bcf(x)dx=F(c)F(b)+abf(x)dx+abf(x)dx=F(c)F(a)=acf(x)dx\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} & = \cancel{ F \left( b \right) } - F \left( a \right) \\ \int _{ b } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x} & = F \left( c \right) - \cancel{ F \left( b \right) } \quad + \\ \hline \\ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} & = F \left( c \right) - F \left( a \right) \\ & = \int _{ a } ^{ c } f \left( x \right) {\text{d}x}\end{aligned} }

Secara intuisi juga berlaku:

abf(x)dx=baf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} = - \int _{ b } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} }

Bukti:

abf(x)dx=F(b)F(a)=(F(a)F(b))=baf(x)dx\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} & = F \left( b \right) - F \left( a \right) \\ & = - \left( F \left( a \right) - F \left( b \right) \right) \\ & = - \int _{ b } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x}\end{aligned} }

Secara intuisi juga luas daerah yang dibatasi kurva dan sumbu x\displaystyle{ x } antara a\displaystyle{ a } dan a\displaystyle{ a } adakah 0 karena batas awal dan bawah sama. Bukti:

aaf(x)dx=F(a)F(a)=0\displaystyle{ \int _{ a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} = F \left( a \right) - F \left( a \right) = 0 }

Sifat integral tentu Penggantian batas:

abf(x)dx=baf(x)dx\displaystyle{ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} = - \int _{ b } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} }

Penambahan interval:

abf(x)dx=abf(x)dx+ab\displaystyle{ \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} = \int _{ a } ^{ b } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ a } ^{ b } }

Batas sama:

aaf(x)dx=F(a)F(a)=0\displaystyle{ \int _{ a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} = F \left( a \right) - F \left( a \right) = 0 }

# Sifat Pada Fungsi Genap

Fungsi genap adalah fungsi yang grafiknya terjadi refleksi oleh sumbu y\displaystyle{ y }. Sehingga berlaku:

f(x)=f(x)\displaystyle{ f \left( x \right) = f \left( - x \right) }

Contoh grafiknya adalah seperti berikut:

Visualisasi Sifat Fungsi Genap Secara intuisi seharusnya berlaku:

aaf(x)dx=20af(x)dx\displaystyle{ \int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} = 2 \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} }

Bukti:

aaf(x)dx=a0f(x)dx+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} & = \int _{ - a } ^{ 0 } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = - \int _{ 0 } ^{ - a } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = - \int _{ 0 } ^{ - a } f \left( - x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x}\end{aligned} }

Misalkan u=x\displaystyle{ u = - x } \displaystyle{ \rightarrow } du=dx\displaystyle{ d u = - {\text{d}x} }.

0af(x)dx=u(0)u(a)f(u)du=0af(u)du=0af(u)du\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ 0 } ^{ - a } f \left( - x \right) {\text{d}x} & = \int _{ u \left( 0 \right) } ^{ u \left( - a \right) } f \left( u \right) \cdot - \text{d} u \\ & = \int _{ 0 } ^{ a } f \left( u \right) \cdot - \text{d} u \\ & = - \int _{ 0 } ^{ a } f \left( u \right) \text{d} u\end{aligned} }

aaf(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=(0af(u)du)+0af(x)dx=0af(u)du+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=20af(x)dx\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} & = - \int _{ 0 } ^{ - a } f \left( - x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = - \left( - \int _{ 0 } ^{ a } f \left( u \right) \text{d} u \right) + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = \int _{ 0 } ^{ a } f \left( u \right) \text{d} u + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) \text{d} x + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = 2 \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x}\end{aligned} }

0af(u)du=0af(x)dx\displaystyle{ \int _{ 0 } ^{ a } f \left( u \right) \text{d} u = \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} } karena hanya perbedaan nama variabel. Bukti

0af(u)du=(F(u))u=0u=a=F(a)F(0)0af(x)dx=(F(x))x=0x=a=F(a)F(0)\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ 0 } ^{ a } f \left( u \right) \text{d} u & = \left( F \left( u \right) \right) \Big| _{ u = 0 } ^{ u = a } \\ & = F \left( a \right) - F \left( 0 \right) \\ \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} & = \left( F \left( x \right) \right) \Big| _{ x = 0 } ^{ x = a } \\ & = F \left( a \right) - F \left( 0 \right)\end{aligned} }

# Sifat Pada Fungsi Ganjil

Fungsi ganjil adalah fungsi yang grafiknya grafiknya seperti terjadi refleksi oleh titik 0. Sehingga berlkau:

f(x)=f(x)atauf(x)=f(x)\displaystyle{ \begin{aligned}& f \left( x \right) = - f \left( - x \right) \\ & \text{atau} \\ & f \left( - x \right) = - f \left( x \right)\end{aligned} }

Contoh grafiknya seperti berikut:

Visualisasi Sifat Fungsi Ganjil

Secara intuisi seharusnya berlaku:

aaf(x)dx=0\displaystyle{ \int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} = 0 }

Bukti:

aaf(x)dx=a0f(x)dx+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=0af(x)dx+0af(x)dx=0\displaystyle{ \begin{aligned}\int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} & = \int _{ - a } ^{ 0 } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = - \int _{ 0 } ^{ - a } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = - \int _{ 0 } ^{ - a } - f \left( - x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = \int _{ 0 } ^{ - a } f \left( - x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = - \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} + \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} \\ & = 0\end{aligned} }

Integral tentu dari fungsi yang simetri. Jika f(x)\displaystyle{ f \left( x \right) } = fungsi genap

aaf(x)dx=20af(x)dx\displaystyle{ \int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} = 2 \int _{ 0 } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} }

Jika f(x)\displaystyle{ f \left( x \right) } = fungsi ganjil

aaf(x)dx=0\displaystyle{ \int _{ - a } ^{ a } f \left( x \right) {\text{d}x} = 0 }